Terkadang, aku iri dengan orang yang
berada di luar sana. Dengan foto aesthetic
di berbagai tempat menarik di seluruh penjuru dunia. Kalimat sederhananya
mampu membuat siapapun ingin berkunjung sejenak. Melepas kepenatan di dalam kota
yang terkukung oleh tugas dan tekanan.
Aku juga iri dengan orang memakai baju
dengan brand ternama. Berfoto layaknya
model betulan, kaki panjang nan jenjang, serta wajahnya tampak seperti porselen
yang biasa dipajang di toko pakaian. Menuliskan beberapa kalimat yang membuat
dunia penasaran akan dompet tebalnya. Tidak
menangiskah?
Belum lagi, aku juga iri dengan mereka
yang menaiki mobil mahal bak anak konglomerat. Tahu-tahu betulan dia. Pada
dasarnya, apa yang digunakannya seperti tumpukan uang dua koper! Mahal luar
biasa. Dengan wajah datar tanpa dosa, menghambur-hamburkan uang demi setetes tequilla ataupun mobil mewah yang sudah
satu lusin di garasinya.
Ketika mengetahui setitik realita
dibalik gaya hidup borjois-nya, aku
sedikit terkejut. Apa yang mereka tampilkan tidak seperti apa yang di realita. Stress
akan hutang, keluarga berantakan, putus dengan pacar, atau hidupnya yang
terlalu membosankan? Mereka hanya menampilkan kepada dunia, bahwa mereka bisa
bahagia tanpanya! Tak peduli seberapa chaos
mereka, foto-foto itu sebagai pencitraan untuk ribuan followers social medianya.
Aku menutup layar smartphone-ku. Aku bersyukur sekaligus menyesal. Bersyukur akan
mengetahui bahwa manusia tak ada yang hidupnya sempurna, walaupun bermandikan
uang dan emas sekalipun. Dan menyesal telah membuang waktu untuk iri yang tak
ada gunanya.
Teruntuk kalian semua, bagun! Lakukan
sesuatu yang membuat semua orang tahu bahwa kamu bahagia baik di realita maupun
social media. They will jealous at you
back!
3.09 am